Diskusi

bigbBagi pengunjung yang ingin bertanya ataupun berdiskusi mengenai pendidikan, bisa langsung menuliskan pertanyaan, saran serta komentar di halaman ini. Terimakasih atas kunjungannya.

62 Comments:

  1. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
    Selamat buat Pak Zul yang telah memiliki blog sendiri. Sekali lagi selamat, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk memajukan dunia pendidikan kita. Amin. Bapak juga boleh mengunjungi blog kami ini.
    htpp://64diwarman.wordpress.com
    http://diwarman64.blogspot.com
    Terima kasih.

  2. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
    Selamat buat Pak Zul yang telah memiliki blog sendiri. Sekali lagi selamat, mudah-mudahan blog ini bermanfaat untuk memajukan dunia pendidikan kita. Amin. Bapak juga boleh mengunjungi blog kami ini.
    http://64diwarman.wordpress.com
    http://diwarman64.blogspot.com
    Terima kasih.

  3. ass, pak zul saya mo nanya ni, tentang dunia pendidikan yang diiringi dengan kecanggihan teknologi. menurut anda sendiri sebagai siswa apakah kita harus bertumpu pada teknologi tersebut? sementara sebelumnya kita tahu bahwa seorang anak tersebut harus bisa mengembangkan imajinasinya dari pemikiranya sendiri untuk melakukan sesuatu/menyelesaikan tugas.

    • Waalaikum salam, Ria, makasih Anda telah mampir ke blog saya. Teknologi penting, apalagi teknologi nformasi. Prof. Emil Salim mengatakan ada tiag era dalam globalisasi. Era pertama adalah era peertanian. Orang atau negara yang menguasai pertanian akan menguasai dunia. Era itu telah berlalu. Kedua era industri yang juga telah berlalu. Kini era teknologi informasi, orang yang menguasai informasi dengan teknologinya akan menguasai dunia. Imajainasi dapat dirangsang dan ditupang oleh teknologi. Hal penting adalah, teknologi adalah instrumen atau alat, bukan tujuan. Begitu, Ria, ya. Selamat

  4. pak kami udah kirim Laporan LPIR dari SMP 5 solok Atas nama. Abdiyan dan Annisa. tolong kirim kabar ya pak kalo udah sampai, trim

  5. Assalamualaikum W.W,
    Pak, Laura mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang Bapak berikan selama ini. Dengan kerendahan hati saya sampaikan kepada Bapak, bahwa Bapak termasuk orang-orang yang ikut membentuk karakter dan kepribadian Laura. Untuk itu saya doakan semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk Bapak, Amin. Selanjutnya Laura mohon kepada Bapak untuk berkunjung ke laurahasiel.wordpress.com. Laura mengharapkan bimbingan Bapak selanjutnya, terimakasih. Wassalam…..

  6. Terima kasih. Tulisan laporan PIR Abdiyan sudah saya terima dan sudah dibaca. Baguslah hasilnya. Selanjutnya tunggu saja kabar, ya.

  7. tunggu kabar berikutnya, ya

  8. assalamualaikum
    moga moga pak zul sore ini dalam keadaan fit and fresh.
    Pak Zul saya sudah memberikan samel buku “school healing menyembuhkan problem sekolah”.

    saya sendiri sebelumnya tidak membayangkan bentuk cover- injeksi plus pensil- sebagai paduan kata school healing.

    moga moga Pak Zul senang membacanya, dan saya serta teman lain senang bisa berkunjung ke blog Pak zul

  9. assalamualaikum, pak Zul
    saya baru saja menyelesaikan naskah buku yang kedua judulnya
    ” Excellent Teaching Menjadi Pendidik Yang Terbaik”

    Begini Kata Pengantarnya:

    Buku Excellent Teaching Menjadi Pendidik Yang Terbaik adalah kompilasi artikel penulis yang pernah terbit pada surat kabar Sripo (Sriwijaya Post), Haluan dan Singgalang. Tulisan ini berbicara tentang praktek edukasi dalam masyarakat, di rumah dan di sekolah. Tanpa disadari kadangkala anak didik terseret ke dalam praktek mal-edukasi dan kita perlu untuk segera mengatasinya.
    Buku kecil ini perlu dibaca oleh para guru, orang tua, pelajar, mahasiswa dan siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dalam dunia pendidikan. Berharap kita semua bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk putra-putri bangsa ini. Tentu saja dalam penulisan buku ini terdapat kesalahan di sana-sini. Saran dan kritik yang membangun dapat disampaikan pada pnulis melalui e-mail marjohanusman@yahoo.com atau melalui mobile phone 085263537981. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari berbagai pihak.
    Batusangkar, Desember 2009
    Marjohan M.Pd

    Daftar Isi
    1. Semangat Eksplorasi Dan Kualitas Pendidikan
    2. Bila Siswa Cerdas Enggan Jadi Guru
    3. Pola Belajar Siswa Cenderung Menunggu Komando Guru
    4. Orang tua Tanpa Konsep Pendidikan Cendrung Salah Didik
    5. Panutan Dalam Otodidak
    6. Pustaka Sekolah Merupakan Gudang buku rongsokan
    7. Bercermin Pada Pendidikan Negara Lain
    8. Mengoptimalkan Potensi Otak Untuk Pendidikan
    9. Suasana Pendidikan Di Rumah Yang Hiruk Pikuk
    10. Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Moral
    11. Pelajar Korban Gaya Hidup Hedonisme
    12. Membudayakan Penghargaan untuk Mendongkrak Motivasi
    Belajar Anak
    13. Faktor-Faktor Penyebab “Karakter Ingin Jalan Pintas” di
    Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
    14. Sekolah Unggulan Jembatan Menuju PNS, Pengangguran Atau
    Wirausaha
    15. Saatnya Belajar Dengan Cara Yang Menyenangkan
    16. Mengapa SDM WNI Keturunan Lebih Tinggi
    17. Bila Media Televisi Kurang Memiliki Nilai Pendidikan
    18. Bila Bangsa Kita Kurang Diperhitungkan di Dunia
    19. Nilai Obralan Meruntuh Wibawa dan Kualitas Pendidikan
    20. Prinsip Percepatan Pembelajaran Untuk Mengejar
    Ketertinggalan
    21. Pentingnya Berjiwa Besar Bagi Guru
    22. Indonesia Berpotensi Lenyap Dari Peta Kesusasteraan Dunia
    23. Buru-buru Ke Internet Untuk Tujuan Pendidikan atau
    Demoralized
    24. Pengembangan SDM Sedini Mungkin di Sekolah Dasar
    25. Pendidikan Spiritual Yang Profesional Di Rumah
    26. Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba
    27. Internet Diserbu dan Perpustakaan Ditinggalkan
    28. Siswa Alergi Melihat Buku
    29. Bila Bersekolah Hanya Untuk Untuk Mencari “Ranking Satu”.
    30. Mendidik dan Membina Karakter Anak Sejak Dini
    31. Pelajar Kurang Peduli Terhadap Keselamatan Diri
    32. Tuntutlah Semangat Kerja Keras Dari Korea
    33. Mengoptimalkan Pendidikan Di Rumah
    34. Apakah Pelajaran Matematika dan Sains Memang Penting ?
    35. Pengangguran Intelektual

    selanjutnya klik: http://penulisbatusangkar.blogspot.com/2009/11/excellent-teaching-menjadi-pendidik.html

    Mohon do’a restu dari Bpk Zul dan pengunjung blok Bpk Zul…

  10. Asw.Pa Zul ,saya mewakili teman pengawas kab Dompu NTB,Ada 3 Dasar Pelaksanaan tugas pengawas yaitu permen n0.12/2007, pp 74/2008 , permen 39/2009 dan yang terakhir panduan pelaksanaan tugas guru dan pengawas yang diterbitkan oleh Dirjen PMPTK depdiknas RI .petmasalahnnya menghadapi thn 2010 kami bingung maw pake yang mana .Permen 12 mengatakatan ruang lngkup pengawas melaksanakan supervisi akademik dan manajereial (sekaligus/ terpadu). PP 74/2008 pengawas dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu pengawas satuan pendidikan, Pengawas mata pelajaran ,dan pengawas BK ( terpisah ).pada permen no 39/2009 dikatakan hanya pengawas satuan pendidikan dengan membina 10 sekolah ( akademik dan memnejeria) sekali gus oleh pengawas binaan,dikonsideran terakhir permen 39 mengatakan segalan keputusan yang terkait pembagian tugas pengawas sebelumnya dinyatakan tidak berlalku. berarti tidajmada lagi pengaws ata pelajaran yang ada hanya pegawas satuan pendidikan. yang menjadi permasalahan kenapa pedonam pelaksanaan tugas guru dan pengawas yang dikeluarkan oleh Direktorat PMPTK terbaru terbit agustus 2009 kembai mengacu pada permen 12 dan PP 24/2008.padahal dengan terbitnya permen 39 berarti permen 12 dan pp 74 sudah tidak berlaku agi .mohon komenta bapak.tims

  11. Assalamu Alaikum, sya telah membaca tulisan bapak tentang Supervisi dan Penjaminan Mutu, sangat menarik untuk dibaca namun sepertinya tulisan yg ada dalam tampilan blog belum sampai pada akhir tulisan. Bisakah saya membaca lanjutannya. karena sangat membantu saya selaku staf seksi PMS di LPMP Gorontalo untuk menjadi salah satu acuan dlm mendesain program supervisi di daerah saya. Atas perhatian dan bantuannya disampaikan terima kasih.

    salam, femmy arsyad,Gorontalo

    • Tampilan itu memang hanya catatan kecil dalam suatu diskusi. Itu hanya sekedar berita atau informasi sederhana. Tulisannya sudah selesai, tidak terpotong. Akan tetapi, jika Bu Femmy (mhn maaf, ibu atau bapak), memerlukan pemikiran yang lebih lengkap saya mamu membantu sebatas kemampuan. Silakan tulis kembali hal-hal yang ingin Ibu ketahui tentang supervisi dan penjaminan mutu. Semua itu sebenarnya sudah dapat dicari rujukan standarnya. Begitu, Bu. Terimakasih, Ibu telah mampir ke blog saya.

  12. Nasirudin, S. Pd

    Pak Zul saya Nasirudin, S. Pd Kepsek SDN 06 Limbanang kemaren telah mengirim Format Pemantauan Supervisi Kepsek hasil dari pertemuan K3S kec. Suliki melalui e-mail Bapak. Setelah saya tunggu balasannya di e-mail SDN 06 Limbanang ternyata belum ada. Apakah Format tersebut sudah sampai di e-mail Bapak ? Kalau sudah mohon balasan dan koreksinya ya? Kemudian saya mohon bantuan bapak, kira-kira apa saja bahan yang harus saya persiapkan dalam rangka pemilihan kepsek berprestasi tingkat II Kab. Lima Puluh Kota karena saya terpilih sebagai juara I Kepsek Berprestasi Kec. Suliki tahun ini. Saya sangat mengharapkan bimbingan dari Bapak. Sekian dan terima ksaih sebelumnya pak!

    • Mohon maaf, Pak Nasirudin. Saya beberapa hari ini ada di daerah. Tidak bisa membuka internet. Saya baru menerima pesan Bapak hari ini. Nanti saya lihat formatnya, ya. Insya-Allah saya akan komentari. Persiapan untuk pemilihan kepala sekolah berprestasi selain portofolio, Bapa harus membaca lebih dahulu buku panduan pemeilihan kepala sekolah berprestasi 2010. Buku itu mungkin sudah sampai di dinas pendidikan. Di dalam buku panduan itu tercantum semua persyaratan yang harus dipenuhi. Terima kasih. Salam untuk rekan-rekan di Suliki.

      • Nasirudin, S. Pd

        Pak, 2 hari yang lalu kondisi saya kurang fit jadi baru dapat buka internet hari ini. Ternyata ada balasan sms dari Bapak, untuk buku Panduan Kepsek Berprestasi itu apakah bisa kita baca lewat internet saja, Pak? Terima Kasih sebelumnya Pak.

  13. Nasirudin, S. Pd

    Tarimo kasih Pak Zul, awk cubo mancarinyo di internet. Mudah-mudahan ado yo Pak?

  14. Assalamualaikum,
    Pak Zul saya M. Isral, S.Pd (isral_pyk@yahoo.co.id) guru matematika SMPN 1 Kec. Akabiluru (http://smpn1akabiluru.wordpress.com/). Saya lihat surat dari LPMP dana MGMP untuk SMP Kab. Lima Puluh Kota hanya untuk 2 Mata Pelajaran. Beberapa tahun terakhir yang mendapat dana tersebut adalah MGMP B. Indonesia dan B. Inggris, untuk tahun 2010 ini tolong Bapak usulkan agar dipergilirkan supaya adil. Terima kasih atas perhatian Bapak.
    Wassalam.

    • Waalaikum salam, Pak M.Isral. Usul disampaikan oleh calon penerima bantuan dalam bentuk proposal. LPMP menilai proposalnya berdasarkan kriteria. Mereka yang mendapat adalah yang proposalnya memenuhi syarat yang ditetapkan. Namun begitu, saya akan informasikan kepada yang berwenang perihal informasi dari Bapak. Terimakasih.

      • Terima kasih pak Zul, alhamdulillah tahun ini MGMP matematika SMP Kab. Lima Puluh Kota dapat dana block grant dari LPMP. Hasil musyawarah hari kamis tgl 22/7/2010 MGMP akan mengadakan Workshop PTK hari Kamis 21 Oktober 2010 dengan nara sumber Bapak Zulkarnaini. Kami mohon kesediaan waktu Bapak untuk acara kami tersebut. Secara resmi kami MGMP akan mengirimkan suratnya ke LPMP Padang. Sebelumnya kami mohon konfirmasi jadwal Bapak, alokasi waktu yang dibutuhkan (berapa jam pembelajaran) dll yang dibutuhkan. Sekali lagi terima kasih sebelumnya. (Saya salah seorang pengurus MGMP yang ditugaskan menghubungi nara sumber)

  15. Amas Syaepul A

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Salam Kenal Pak Zul.

    Saya amas salah satu kontributor dari majalah teropong Depag,
    sekarang saya sedang menulis untuk rubrik wawancara di majalah teropong tersebut. dan seseorang yang akan di wawancarai adalah pengawas, praktisi ataupun pengamat pendidikan.

    Jikalau Bapak bersedia untuk di wawancarai, maka saya sangat terbantu dengan kesediaan Bapak tersebut.

    NB: dan dikarenakan jarak yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung, maka dimungkinkan melalui web ini wawancara akan dilakukan.

    Dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan terima kasih atas jawaban dan bantuannya.

    Salam Hormat.

    • Waalaikum salam Wr. Wb, Pak Amas. Saya bersedia untuk di wawancarai selama terkait dengan pendidikan sesuai pula dengan kemampuan saya. Sebelumnya, saya ingin tahu, Bapak berdomisili di mana dan majalah teropong Depag itu diterbitkan di mana? Jika memang ada niatan Bapak untuk berwawancara, silakan kirimkan daftar pertanyaan atau pedoman wawancara pada kolom ini. Atau jika memungkinkan dan didukung oleh perangkat lunak yang tersedia, kita bisa berkomunikasi langsung melalui wawancara jarak jauh. Begitu, Pak Amas, terimakasih.

  16. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
    Saya seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Saya sangat senang membaca tulisan-tulisan Bapak. Saya ucapkan selamat dan angkat topi buat Bapak. Terima kasih Bapak telah memberi banyak inspirasi. Terus berjuang dan saya akan selalu mendukung Bapak untuk kebaikan pendidikan di negeri tercinta INDONESIA

    • Waalaikum salam ww, Pak Budianto, makasi mampir di blog saya. Hal yang saya lakukan hanyalah luapan dari perasaan seorang guru. Hal-hal kecil sering mengganjal. Masalah pendidikan sangatlah komleks, sementara banyak orang tidak memhami itu. Hanya kita yang berkecimpung di dunia pendidikanlah yang merasakannya. Itulah yang sering merisaukan kita. Mari kita sama-sama berjuang untuk pendidikan anak bangsa ini. Selamat.

  17. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
    Pak zul yth, saya senang sekali membaca tulisan bapak di blog ini .
    Saya adalah seorang guru matematika di SMK,menurut pemahaman saya seorang guru harus meremedial siswa sampai siswa mencapai ketuntasan minimal kecuali siswa tersebut tidak hadir, sering tidak masuk karena sesuatu hal misalnya sakit atau masalah lain, tapi saya lihat rapor anak saya yang duduk di kelas VII SMP masih ada nilai yang tidak mencapai KKM,pernah saya tanyakan ke guru yang bersangkutan,katanya anak saya kemampuanya rendah, padahal di SD tidak pernah mendapat nilai di bawah KKM dan setelah saya pindahkan ke sekolah baru ternyata nilai hariannya dan mid semester baik untuk semua matapelajaran . Saya mengambil kesimpulan sementara guru pada sekolah lama belum melaksanakan remedial yg sebenarnya , pertanyaan saya pak, sampai dimana batasan remedial harus dilakukan( 1 kali, 2kali,3 kali….atau sampai tuntas ) saya mohon penjelasan bapak,terimakasih sebelumya.

    • Waalaikum salam warhamatullahi wabarakatuh. Terimakasih, Bu (Bapak) Isra Mirna telah mampir di blog saya. Jika anak belum mencapai KKM biasanya kesalahan dituduhkan kepada anak. Padahal banyak variabel yang berpengaruh atas kejadian itu. Variabel itu di antaranya kemampuan guru memberikan pelayanan optimal, adil, dan merata kepada semua peserta didik. Pelayanan guru kepada peserta didik hendaklah disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan. Di dalam ilmu keguruan dan pembelajaran dikenal tiga kategori anak dalam belajar. Ada anak yang memiliki kecepatan belajarnya di bawah normal, kecepatan belajar normal, dan kecepatan belajar di atas normal. Anak yang kecepatan belajarnya di bawah normal disebut anak lambat dalam belajar. Anak ini harus mendapat pelayanan optimal, adil, dan merata. Artinya, jika anak lambat belajar, pelayanan guru disesuaikan dengan itu. Bisanya anak ini perlu mendapat pelayanan perbaikan pembelajaran atau yang familiar dengan kita remedial teaching – pembelajaran kembali.

      Anak yang kecepatan belajarnya normal dilayani juga dengan cara yang normal. Anak ini biasanya berhak mendapat pengayaan kognitif. Kemudian anak yang kecepatannya di atas normal, juga harus mendapat pelayanan sesuai kecepatan belajarnya. Anak ini biasanya belajar cepat dari teman-temannya. Temannya yang normal baru sampai pada fase dua, misalnya, dia sudah memasuki fase tiga atau empat. Anak seperti ini perlu mendapat pelayanan akselerasi atau percepatan. Jadi anak lambat mendapat pelayanan khusus remedial teaching, anak normal mendapat pelayanan pengayaan, dan anak cepat mendapat pelayanan akselerasi atau percepatan. Anak yang kelompok ketiga ini dapat menyelesaikan studinya sebelum waktu habis atau sebelum tamat sudah bisa mengikuti ujian akhir.

      Sampai di mana batas remedial dilakukan? Tentu sampai tuntas, sampai indikator pencapaian kompetensi tercapai. Berapa kali? Tidak hitung kali, tetapi hitungannya ketuntasan. Namun demikian, karena berbagai keterbatasan, biasanya guru tidak atau belum melaksanakan seperti itu. Hal yang paling penting diketahui adalah, “seperti apa regulasi (ketentuang) remedial yang tertera pada kurikulum sekolah 9KTSP)?”

      Jawban saya itu, kita masih dapat berdiskusi lebih lanjut. Blog ini memang disediakan untuk berdiskusi bagi sejawat pendidik dan tenaga kependidikan. Salam.

  18. Elfi Yuhilda, S.Pd

    Ass.P’ Zul
    Saya seorang guru di SMPN 2 Kec.Akabiluru.Saya baca komentar bapak sebelumnya mengenai remedial teaching
    Bahwa remedial dilakukan sampai anak mencapai ketuntasan minimal yg ditetapkan(pembelajaran tuntas/mastery learning).Pertanyaan saya jika memang tujuan remedial itu adalah pembelajaran tuntas mengapa ada lagi ketentuan selanjutnya yg mengatakan:’boleh tidak tuntas untuk 3 mapel selain agama,pkn dan b.indonesia’.
    Mohon penjelasan bapak,terimakasih..

    • Walaikum salam, Ibu harus membedakan dulu antara tujuan medial dengan syarat naik kelas. Tujuan temedial memang untuk mencapai ketuntasan. Yang Ibu baca terakhir adalah syarat naik kelas. Hal itu sebagai antisipasi dari upaya guru yang tidak mencapai tingkat ketuntasan. Jadi, sebenarnya ada dua hal yang sedang Ibu pikirkan. Pertama, tujuan remedial (perbaikan), kedua persyaratan yang ditawarkan oleh Direktorat Pembinaan SD sebagai syarat kenaikan kelas. Itu sebenarnya dua hal yang berbeda. Terimakasih, Bu.

  19. Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
    Pak zul,Yth, terimakasih atas penjelasan bapak, penjelasan bapak sangat bermanfaat bagi saya,semoga guru-guru lain juga mengetahui ini,saya kira masih ada guru yang belum memahami pembelajaran remedial seperti yang bapak jelaskan, karena di sekolah anak saya dulu, ada siswa 2 kali tinggal kelas berturut-turut(yang saya tahu ada 2 orang ,mungkin saja lebih dari itu ), kemudian kalau mau naik kelas, siswa itu harus pindah ke sekolah lain,tepatkah cara ini pak ?

    Satu lagi pertanyaan saya pak, bolehkah nilai remedial diatas nilai KKM, karena dari pengalaman saya pak ,siswa keberatan diulang berkali kali karena kata siswa, sudah bersusah payah belajar, nilai tetap saja sama dengan KKM mohon penjelasan bapak lagi ,terimakasihsebelumnya.

    • Waalaikum salam, wr wb. Anak dua kali tidak naik kelas, harus pindah ke sekolah lain. Hal ini bisa terjadi dan boleh tidak terjadi. Sebenarnya itu sangat tergantung kepada ketentuang yang dibuat oleh sekolah. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19/2007 tentang Standar Pengelolaan, setiap satuan pendidikan wajib membuat “panduan akademik”. Jika di sekolah yang dimaksud ketentuan dalam panduan akademiknya berbunyi begitu, tentu peserta didiknya harus patuh dengan itu. Akan tetapi, jika tidak ada ketentuan, kemudian dipindahkan sedemikian rupa, peserta didik dan orang tuanya dapat membela diri.

      Menurut ketentuang KBK dulu (2004), anak yang mengikuti pembelajaran remedial nilainya hanya sebatas KKM. Akan tetapi, di KTSP saya pikir tidak demikian. Anak bisa saja melebihi KKM, asal diberi deskripsi. Misalnya, KKM 65%, anak remedial dua kali dan mendapat 70%. Buat keterangan, tuntas 70% setelah remedial dua kali. Tentu akan ada anak yang tidak remedial yang hanya tuntas 65%, lengkapi dengan keterangan dengan tanpa remedia. Perolehana 70% dengan remedial, artinya/maknanya berbeda dengan 65% tanpa remedial. Oleh karena itu, KTSP bulan mendalkan angka, tetapi kompetensi, bukan mengandalkan nilai rapor, tetapi nilaih hasil belajar. Hasil belajar dalam konteks ini menyangkut dengan proses belajar dan perolehan peserta didik setelah belajar. Oke, Bu ya.

  20. Elfi Yuhilda, S.Pd

    Ass P’Zul,meskipun pertanyaan pertama saya belum bapak jawab,tp saya masih menyimpan segudang pertanyaan lain ttg dunia pendidikan kita.Pertanyaan saya sekarang ini mungkin agak sedikit ekstrem pak,menurut saya sistem pendidikan kita sekarang membunuh bakat dan minat anak.Kenapa saya
    berpendapat spt itu? FAKTANYA anak saya ketika duduk dibangku TK kemampuan menggambar dan mewarnainya sangat bagus,sampai guru TK nya tercengang melihat gambarnya bahkan sampai lomba tingkat Propinsi dapat juara meski cuma juara favorit.Tp sekarang pak anak saya sudah duduk dikelas 2 SD ketika diminta menggambar dan mewarnai kembali,hasilnyapun membuat saya tercengang karena gambar dan warnanya sudah tidak beraturan karena tidak pernah dilatih lagi disekolah. Berarti sekolah sudah mematikan minat 1 anak dalam bidang seni.Pertanyaannya adalah Bagaimana dg minat dan bakat anak2 kita yg lain? Haruskah mereka kehilangan kreativitas untuk mengembangkan minat dan bakatnya karena disekolah mereka dijejali dengan macam2 pelajaran karena guru harus mengejar target kurikulum yg dituntut KTSP,kemudian dirumah dibekali oleh gurunya dengan PR yg banyak,oleh orang tua disuruh les ini dan itu,karena kalau tidak ikut les takut anaknya tertinggal dengan anak2 lain.Pertanyaan lagi,kenapa anak2 kita baru bisa berkreatifitas setelah duduk dibangku SMK atau bahkan baru saat kuliah yg menurut saya itu sudah sangat terlambat,bukankah momentum yg tepat untuk mengetahui potensi anak itu adalah saat usia anak2? Bagaimana menurut Bapak,mohon dijawab ya pak..??

    • Waalaikum salam, Bu Elfi. Bukan sistem pendidikan yang membunuh bakat dan minat anak, tetapi jika Ibu temukan, mungkin pelaksanaan pendidikannya. Kalau sistem sudah bagus. Buktinya, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan, ada tiga substansi yang dipelajari peserta didik di setiap satuan pendidikan. Ketiga substansi itu adalah mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Mata pelajaran standar isinya disusun secara nasional, muatan lokal dibuat oleh satuan pendidikan. Muatan lokal itu disusun oleh satuan pendidikan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan peserta didik yang materinya tidak ada di mata pelajaran. Pengembangan diri berbentuk ekstrakurikuler dan bimbingan/ konseling, inilah yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat anak.

      Persoalannya sekarang adalah, apakah sekolah tempat anak Ibu belajar memahami hal itu atau tidak? Atau apakah KTSP sudah dilaksanakan di sana atau belum? Sekali lagi, Bu, bukan sistem pendidikan yang membunuh kreatifitas anak, mungkin jika Ibu temukan adalah aplikasinya di tempat anak Ibu belajar.

      Mengenai PR, sebenarnya juga atauran dalam sistem pendidikan nasional. Sepertinya, Ibu adalah sarjana pendidikan. Seyogiyanya juga Ibu mengetahuinya. Isitlah PR sebenarnya tidak ada lagi, yang ada adlah tugas trstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur. Tugas-tugas ini, di SD hanya boleh diberikan guru 40% dari waktu belajar tatap muka. Artinya, jika anak Ibu belajar matematika seminggu selama 5 jam pelajaran, tugas-tugas yang boleh diberikan guru hanyalah tugas yang bisa diselesaikan dalam waktu 40% dari 5 JP = 2 Jam pelajaran. Jika anak ibu diberi beban PR lebih dari itu, sebagai orang tua Ibu dapat mengajukan keberatan ke sekolah tempat anak Ibu belajar. Hal itu dapat Ibu lihat di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22/2006 ttg Standar Isi bada subbab beban belajar.

      Soal orang tua menyuruh anaknya ikul les di luar, saya tidak bisa berkomentar. Soal, mengapa di SMK saja anak dapat mengembangkan kreatifitas? SMK memang disediakan untuk itu, untuk berkreasi. Tetapi, ada juga SMK yang tidak begitu. Oke, Bu. Saya senang diskusi ini,. Terima kasih Ibu datang berulang ke blog saya.

  21. Elfi Yuhilda, S.Pd

    Ass P’Zul,terimakasih atas komentar bapak sebelumnya mengenai sistem pendidikan kita yg mnrt saya membunuh kreativitas anak,tp mnrt bapak yg salah bukan sistem,mungkin aplikasinya disekolah.Tapi pak saya cenderung berpendapat bahwa dalam sistem pendidikan kita yg diatur dlm permen 22/2006 itu waktu untuk mengembangkan kreativitas anak(dlm keg.pengembangan diri) dg waktu untuk mata pelajaran sangat jauh berbeda.Padahal kita tahu bahwa tdk semua anak punya potensi yg sama terhadap satu mata pelajaran,contohnya: tdk semua anak pintar/berpotensi dimapel matematika,tapi semua anak harus belajar matematika kalau di smp 6 jam perminggu,padahal anak yg tidak pintar matematika ini mungkin potensinya ada di seni,sementara pelajaran SBK cuma 2 jam perminggu.Kenapa kita harus memaksa anak untuk bisa semua mapel(10 klw dismp),padahal belum tentu semua anak itu berpotensi semua mapel tsb? Bagaimana menurut Bapak..? Maaf pak,klau saya salah lagi,saya hanya mencoba mengeluarkan uneg2 yg selama ini mengganjal dihati…terimakasih P’Zul..Salam..

  22. Asslm…
    salam kenal pak
    saya sangat termotifasi oleh bapak,,,bagi saya bapak penuh inspirasi,kaya akan karya,,,
    Dalam rangka program BERMUTU sudah 2 kali saya bertemu dengan bapak ( Pertama,sosialisasi BERMUTU di Pusako.Kedua,pelatihan Team DCT di The Hill)…
    Melalui blog ini saya mohon kepada bapak memberikan kiat dan saran bagi saya yang masih pemula sebagai pemateri/narasumber (23 tahun)
    Wasslm…

  23. Ass. Bp Zulkarnaini Yth, ada yang perlu sy tanyakan pada bp. Mohon bantuan penjelasannya.
    saya membaca reply Bapak tentang bolehkan nilai remedial melebihi nilai kkm? jawaban Bapak bisa saja untuk versi KTSP berbeda dengan versi KBK. Punten Pak, adakah refferensi yang mendukung konsep itu. Saya akan lebih PD menyampaikan ke temen2 apa bila refferensi bapak cantumkan. masalahnya di beberapa kolom tulisan tetap saja nilai remedial siswa tidak boleh melebihi KKM. Terima kasih atas penjelasannya dan saya sangat mengapresiasi keberadaan blog ini. Bagus dan bermanfaat.

    • Waalaikum salam wr. wb, Pak Ary. Referensi yang merujuk langsung ke konsep itu belum saya temukan. Akan tetapi, jika kita mau menganalogi dan menafsirkan rujukan pertama yang dapat digunakan adalah PP 19/2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PP 19/2005 menyatakan, “KTSP adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan”. Kemudian di Undang-undang Nomor 20/2003 dinyatakan bahwa “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai … ” Rujukan untuk yang dimaksud bahwa hasil remedi boleh di atas KKM “haruslah” dibuat oleh satuan pendidikan dan dicantumkan di dalam KTSP yang dibuatnya. Logikanya adalah orang yang sembuh setelah berobat, kesehatannta dapat melebihi standar minimal kesehatan kebanyakan orang. Itu, Pak Ary, makasi atas responnya.

  24. Terima kasih Pak, atas reply-nya.
    Saya berharap Bapak tidak jenuh menjawab banyak pertanyaan dari saya yang selalu kehausan ilmu. Oh ya Pak, ada pertanyaan lagi, ini mengenai nilai KKM dan Nilai UN. Sekilas tampak sederhana tetapi mengapa juga harus berbeda seperti itu. Begini Pak. Kita sama-sama tahu bahwa nilai KKM yang ditentukan sekolah di awal TP merupakan nilai puluhan, misal 71 (tujuh puluh satu), tetapi mengapa pemerintah menentukan nilai un dengan angka satuan. Saya berasumsi ini tidak “match”. Apakah memang permen untuk hal itu berbeda? atau bagaimana? mohon penjelasan? terima kasih atas jawabannya.

    • Makasi kembali, Pak Ary. KKM itu bukan nilai tetapi persenase capaian peserta didik. Jika KKM-nya dinyatakan 60, misalnya, itu berarti peserta didik mencapai ketuntasan minimal 60%. UN pada dasarnya capai peserta didik seteldimaksudah mengikuti tes. Capain itu diatur dengan pedoman pensekoran, jika peserta didik menyelesaikan soal tes dengan benar pada kadar tertentu, ia mendapat skor dalam batas tertentu. Jika skor diolah, ia akan menjadi angka satuan seperti yang dimaksud. Penjelasan saya hanya segitu, pak Ari. Selanjutnya, mungkin Pak Ari bisa melihat kembali rujukan seperti Panduan Penyusunan KTSP yang diterbitkan BSNP, Permendiknas 22/2006 tentang Standar Isi. Khusus untuk UN dibaca kembali POS UN tahun ini. Makasi, pak Ary, disksuinya makin menarik.

  25. Ass. Pa Zul. semoga Bp slalu dalam keadaan Sehat walafiat. Mo numpang share lagi nih Pa. begini, ada masalah klasik, yaitu tentang penulisan Gelar akademik. Penjelasan di pedoman EYD kurang spesifik dan kurang kasuistik. Gelar S.Pd. (jurusan Bahasa Indonesia) dan Gelar M.Pd. (Master Jurusan Bahasa Indonesia) ditulis pada nama ybs. hanya gelar M.Pd.-nya saja, begitu, kan Pa? Nah bagaimana jika Gelar S.Pd. (jurusan Bahasa Indonesia) dan Gelar M.Pd. (Master Jurusan Bahasa Inggris)? Saya melihat ada yang menuliskannya dengan :
    1. Pulan, S.Pd.M.Pd.(B.Indonesia, B. Inggris)
    2. Pulan, M.Pd.
    Bagaimana pula jika gelar S.1-nya tertulis (Drs). apakah ditulis pulan, Drs.M.Pd. atau tetap Drs. Pulan,M.Pd. atau bagaimana;atau ada pengecualian lain?

    • Waalaikum salam, Pak Ary. Sepertinya Pedoman EYD belum mengataur sampai ke situ. Aturan mengenai kasus ini baru sebatas wacana. Sekurang-kurangnya itu yang saya ketahui. Jika S1 dan S2-nya linier, ditulis gelar S2-nya saja, jika tidak linier ditulis keduanya. Barangkali begitu, Pak Ary

  26. Trus gini Pa. Saya sering kepikiran ingin mengetahui jawaban siswa terhadap soal-soal UN yang sudah dikerjakan dan sudah diperiksa oleh pemerintah karena dengan begitu guru, dapat menganalisis soal apa saja yang sering salah dan sulit dijawab oleh siswa. Selama ini yang ada adalah predisksi soal UN. Tapi guru mungkin tidak dapat mengetahui/ memprediksi soal dengan materi apa yang selalu dijawab salah pada soal prediksi yang banyak dibuat kalangan. jadi kalo guru dapat mengetahui jawaban2 siswa, guru akan lebih fokus pada pendalaman materi khususnya pada materi soal yang sering dijawab salah. Saya pernah menanyakan hal itu pada Bp. Jemari Mardapi waktu seminar di PTS jakarta. Menurutnya, pemerintah menganalisis dan didistribusikan hasilnya ke pihak terkait yang berkepentingan. Padahal menurut saya kalau hasil analisis jawaban persekolahan dikirim langsung ke sekolah, ini akan sangat membantu dan bermanfaat untuk menyiapkan strategi pembelajran atau pendalaman materi. mohon revieu Bp. makasih, Pa!

  27. ria angraini(koto anau)

    pak ya senang sekali dengan tulisan2 bpk.tdi malam ya kerja kras buat proposal PTK,alhamdulilah selesai pak.tpi ya nggak tau betul atau salahny.terimakasih atas ilmu dan motivasi yg bpk brikan kpda ya.ya akn jdikn itu tuk modal dasar meraih keberhasilan

  28. Ass.Wr.Wb.
    Secara tidak sengaja saya berkunjung di Blog Bapak. Wah, bagus… Ternyata Pak Zul ahli IT ya…. Salam hormat saya untuk Bapak dan keluarga di Padang.

    Slamet Trihartanto, LPMP Jawa Tengah

    • Waalaikum salam, pak Slamet. Terima kasih mampir secara tak sengaja di blog saya. Saya bukan ahli IT, cuma sedang belajar. Belajar dan belajar, kan itu tugas kita. Salam diterima, salam juga buat keluarga dan teman-teman di Jateng.

  29. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…. Terima kasih Bapak atas bimbingan Bapak pada workshop 1 EDS di SMA N Sungayang Tanah datar… Kami tunggu kehadiran Bapak pada Workshop 2…..

  30. Asslmkm wr.wb…… Bapak saya ucapkan terima ksih atas penjelasan yang bapak berikan di workshop EDS cluster 9 di SMA Sungayang

  31. Assalamuailaikum wr.Wb pak,perkenalkan saya sri ingin menanyakan lebih detail tentang materi bahan ajar yang bapak buat. Apakah ada format tertentu jika kita ingin membuat bahan ajar untu 1 Kd?
    karena saya ingin membuat suatu bahan ajar secara keseluruhan untuk tugas akhir, biasanya teman2 saya memfokuskan pada 1 jenis seperti modul atau HO
    apakah bahan ajar seperti itu bisa disebut buku ajar??
    mohon bimbingnnya pak, terimakasih sebelumnya..

    • Waalaikum salam, Bu Sri. Untuk menulis bahan ajar tidak ada ketentuan baku tentang format. Mungkin yang Bu Sri maksud dengan format ialah cara penyajiannya. Penyajian bahan ajar dapat bervariasi sesuai keinginan penulis. Penyajian itu di anataranya aadalah berbentuk buku teks utama, buku teks penunjang, buku teks pelengkap, modul, dan sebagainya. Jika ingin menyusun bahan ajar secara menyeluruh untuk semua KD yang ada pada mata pelajaran, Ibu dapat memilih salah satu dari anekabentuk penyajian itu. Jika Ibu membuatnya dalam bentuk buku teks penunjang atau pelengkap, bahan itu akan bernama buku ajar. Akan tetapi, jika Ibu menyajikan dalam bentuk buku teks utama, bahan itu akan bernama buku referensi atau rujukan. Begitu seterusnya, Bu.

  32. terimakasih atas infonya pak,begini pak saya ingin membuat produk bahan ajar dengan 2 kd untuk penelitian skripsi saya,tapi saya masih sedikit bingung dengan konsep bahan ajar itu sendiri.
    apakah penjabaran dari indikator yamg saya buat itu dapat dikatakan bahan ajar sederhana?
    apakah ada buku referensi yang dapat menjelaskan itu semua pak?
    mohon infonya, terimaksih sblmnya pak

    • Konsep bahan ajar dapat Ibu cari dalam “Panduang Teknis Menyusun Bahan Ajar” yang diterbitkan oleh Kemnenterian Pendidikan Nasional (kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bahan itu merupakan buku lengkap sebagai dokumen sosialisasi KTSP dari Direktorat Pembinaan SMA tahun 2009. Itu mengenai konsep. Penjbarana KD menjadi indikator, kemudian menuliskan materi pokok dan materi pembejaran merupakan proses menyusun bahan ajar. Itu baru proseduernya. Prosedur itu baru selesai jika telah menghasilkan bahan ajar yang siap digunakan oleh peserta didik. Bahan ajar yang siap pakai itu dapat tersaji dalam bentuk buku, modul, diktat, dan sebagainya. Jika Ibu membuat untuk dua KD, tentu bagian kecil dari satu kesatuan bahan ajar untuk satu semester. Teori khusus yang menjelaskan tentang itu, belum saya temukan atau saya baca. Mungkin buku yang menjelaskan itu sudah ada di toko buku, tetapi saya belum membacanya. Begitu, Bu.

  33. terima kasih banyak atas jawaban dan infonya pak…

  34. fahrel alfais.a

    Assalamuailaikum wr.Wb
    Saya Fahrel Alfais.a dari SMP N 4 Kota solok,
    Pak,untuk objek penelitian saya yaitu AYAM BANGKOK , apakah bisa menggunakan ayam bangkok yang sudah berumur 1 bulan untuk objek penelitian?

  35. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Pak saya almujaddidi siswa SMP N 3 Kota Pariaman. Saya ingin menanyakan,tentang BAB III, penelitian saya sekarang di bidang IPTEK yaitu berjudul “Kompor Gravitasi Jaddid”.

  36. Assalamuailaikum wr.Wb pak,perkenalkan nama saya arief chandra saya berasal dari smpn3 pariaman saya mempunyai objek, dengan judul “LAGA- LAGA SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN KESENIAN SERTA PERMAINAN ANAK NAGARI DI PARIAMAN” saya ingin bertanya, apa objek saya ini termasuk kedalam kategori objek yang menarik, bagaimana menurut bapak, terimakasih pak selamat siang.

  37. assalamu alaikum w.w
    saya Rahmatul Akbar siswa SMPN 2 Kota Solok. saya ingin menanyakan tentang BAB 1, penelitian saya sekarang di bidang IPTEK dengan judul “PENDETEKSI GEMPA SEDERHANA”.

  38. asalamulaikum..
    transpransi dalam sebuah anggran apbd kita tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena ini merupakan pokok pengembangan pribadi dan lingkungan sosial bagi pentingnya ketahanan suatu negara, hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publk adalah suatu ciri pokok negara demokrasi, dalam transparansi anggaran apbd kota kab 50 kota sangat minim sekali cendrung terkadang seolah-olah ditutupi,contohnya saja partisipasi masyarakat dlm menyusun apbd sbagai asas akuntabel, kalau tdak ada partisipasi masyarkt dlam menyusun apbd brarti biasanya terjadi a buse of power dan website kab 50 go.id tidak menyediakan akses tersebut, padahal didalam uu 14 tahun 2008 sudah jelas sekali diatur mekanisme keterbukaan informasi publik bagi setiap rakyat indonesia dan didalam pasal 52 sudah dijelaskan sangsi pidana bagi siapa dengan sengaja tidak menyediakan informasi publik,..
    problem yang semacam ini mungkin saja terindikasi korupsi ataupun penyelewengan anggaran apbd kita. kita sebagai rakyat biasa tentu merasa dirugikan, karena pajak yang kita bayarkan tidak sesuai dengan anggaran pengeluaran yang tidak semestinya digerogoti oleh pejabat yang tidak bertanggung jawab yang hanya memperkaya diri dan keluarganya..
    menurut atuak bax apo g” maslaah apbd awak, masalah nyow rencana itu ka diangkek untuak skirpsi tuak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>